Tekstur dan ketebalan
Kain bordir memiliki dampak langsung dan penting pada efek sulaman. Pilihan tekstur adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kualitas sulaman. Kain halus dan lembut sering menghasilkan garis bordir yang lebih jelas dan lebih rinci karena mereka lebih mampu mempertahankan posisi jarum sulaman pada kain, membuat pola bordir lebih tepat dan jelas. Pada saat yang sama, kain dengan ketebalan sedang membantu meningkatkan pelapisan dan tiga dimensi kerja bordir. Kain semacam itu dapat lebih mendukung garis bordir, membuat pola bordir lebih tiga dimensi dan lebih jelas.
Kepadatan kain juga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi efek sulaman. Kain padat dapat mengakomodasi lebih banyak garis bordir, membuat detail pola bordir lebih kaya dan lebih halus. Sebaliknya, kain yang lebih tipis dapat membatasi kepadatan garis bordir, sehingga mempengaruhi ekspresi terperinci dari pekerjaan bordir. Oleh karena itu, ketika memilih kain bordir, Anda perlu mempertimbangkan kepadatan kain untuk memastikan bahwa ia dapat memenuhi persyaratan pola bordir.
Ketebalan kain juga memiliki dampak penting pada efek sulaman. Kain yang lebih tebal umumnya lebih mampu mempertahankan bentuk dan struktur pekerjaan bordir, membuatnya lebih kecil kemungkinannya untuk berubah bentuk. Ini sangat penting untuk karya bordir yang perlu disimpan untuk waktu yang lama atau sering digunakan. Selain itu, kain dengan ketebalan sedang dapat menampilkan pelapisan dan tiga dimensi pola bordir, membuat bordir bekerja lebih berdampak secara visual dan bertekstur.
Selain tekstur dan ketebalan, kilau dan tekstur kain juga akan secara langsung mempengaruhi efek bordir. Kain yang lembut dan halus dapat memberikan karya bersulam yang lebih lembut dan lebih bertekstur, menambah estetika dan kualitas karya.