news

Rumah / Berita / Berita Industri / Bagaimana kepadatan rajutan kain jersey tunggal mempengaruhi kinerjanya?

Bagaimana kepadatan rajutan kain jersey tunggal mempengaruhi kinerjanya?

By admin / Date May 24,2024

Kain jersey tunggal adalah kain rajutan yang banyak digunakan dalam berbagai produksi garmen, dan kepadatan rajutannya adalah salah satu faktor penting yang menentukan kinerjanya. Kepadatan ini mengacu pada jumlah jarum yang dirajut per inci (atau per sentimeter), yang memiliki dampak signifikan pada ketebalan, elastisitas, kemampuan bernapas, penampilan, dan kelemahan warna kain.

Semakin tinggi kepadatannya, semakin tebal kain biasanya. Karena kepadatan yang lebih tinggi berarti lebih banyak rajutan, kainnya lebih ketat dan memiliki lebih banyak ketebalan dan tekstur secara keseluruhan. Ini membuat mereka menguntungkan ketika membuat pakaian yang perlu kuat dan tahan lama, seperti pakaian olahraga, pakaian luar, dll., Karena mereka menawarkan resistensi yang lebih baik terhadap cuaca dan abrasi.

Kain jersey tunggal kepadatan tinggi juga memiliki elastisitas dan ketahanan yang lebih baik. Karena kainnya lebih ketat, ia kembali ke bentuk aslinya lebih cepat setelah peregangan, yang membuat pemakainya merasa lebih nyaman saat bergerak dan pakaian lebih mampu mempertahankan tampilan yang rapi.

Selain itu, kepadatan juga secara langsung mempengaruhi napas kain. Secara umum, kain dengan kepadatan rendah memiliki lebih banyak rongga, membuatnya lebih mudah untuk ditembus udara, sehingga mereka lebih bernapas. Kain kepadatan tinggi mungkin memiliki permeabilitas udara yang lebih rendah karena kain yang lebih ketat, dan cocok untuk pakaian yang membutuhkan kinerja isolasi termal yang lebih baik.

Tampilan dan nuansa kain juga dipengaruhi oleh kepadatan. Kain jersey tunggal kepadatan tinggi umumnya lebih halus, memiliki penampilan yang lebih baik, dan memiliki nuansa yang lebih lembut. Ini membuat mereka sangat populer ketika membuat pakaian kelas atas, karena mereka menciptakan nuansa yang elegan dan nyaman.

Kepadatan juga terkait dengan kelemahan warna kain. Karena kain kepadatan yang lebih tinggi lebih kompak, pewarna lebih kecil kemungkinannya untuk menembus dan oleh karena itu umumnya memiliki kelegaan warna yang lebih baik. Ini membuatnya lebih menguntungkan saat merancang pakaian yang membutuhkan stabilitas warna, seperti kemeja grafis, t-shirt cetak, dll.