Kain tenun flanel adalah kain yang penting. Kepadatan kain secara langsung mempengaruhi kehangatan dan napasnya selama proses produksinya. Kepadatan kain mengacu pada jumlah benang per inci persegi (atau per sentimeter persegi), biasanya diukur dalam jumlah benang. Untuk kain tenun flanel, perubahan kepadatan kain dapat memiliki dampak signifikan pada kinerjanya.
Kepadatan kain yang lebih tinggi berarti lebih banyak benang yang ditenun secara ketat bersama -sama, menciptakan struktur kain yang lebih ketat. Struktur yang ketat ini dapat secara efektif mengurangi celah untuk sirkulasi udara, sehingga menghambat kehilangan panas dan meningkatkan kinerja isolasi termal kain. Oleh karena itu, ketika kepadatan kain kain lebih tinggi, retensi kehangatannya biasanya lebih baik, yang sangat cocok untuk iklim dingin atau penggunaan musim dingin.
Sebaliknya, kepadatan kain yang lebih rendah menyisakan lebih banyak rongga, memungkinkan udara bergerak melalui kain dengan lebih mudah, sehingga meningkatkan kemampuan bernapas. Meskipun kepadatan kain yang lebih rendah dapat mengurangi kehangatan, kain ini umumnya lebih cocok untuk situasi di mana napas yang baik diperlukan, terutama di musim yang lebih hangat atau di mana kebebasan bergerak diperlukan.
Saat memilih kain tenun flanel, Anda perlu secara komprehensif mempertimbangkan dampak kepadatan kain pada kehangatan dan napas, serta lingkungan dan kebutuhan penggunaan yang sebenarnya.